Nahdlatul Ulama – Muhammadiyah dalam Media Sosial (data Disertasi)

Data disertasi. Kontestasi terjadi di ruang cyber dengan perilaku yang berbeda sehingga tidak bisa dipahami secara konvensional. Berbagai temuan menyampaikan bahwa kesalah pahaman terjadi dikarenakan masih digunakannya cara cara konvensional dalam pembacaan digital Activism. PseudoPower dan Power shifting terjadi tanpa disadari. FACEBOOK Facebook Official NU Online https://www.facebook.com/situsresminu/ Facebook Official Persyarikatan Muhammadiyah https://www.facebook.com/PeryarikatanMuhammadiyah YouTube User Network Nahdlatul Ulama – Muhammadiyah YouTube User Network Islam Indonesia Twitter User Network Nahdlatul Ulama Twitter User Network Muhammadiyah

Elektabilitas Digital Aktor Politik (17 Oktober 2021)

Visualisasi Elektabilitas Digital Aktor Politik adalah gambaran sederhana ketertarikan juga keterlibatan netizen dengan aktor politik dalam jaringan Twitter (level 1) dengan 4.549 netizen dan 32.453 hubungan yang terjalin. Tergambarkan struktur jaringan utuh dalam jaringan aktor politik pada media sosial Twitter. Menggunakan Dynamic Condition dapat teridentifikasi akun-akun mana yang “berjasa” atau berpaling dari jaringan waktu ke waktu, siapa saja yang datang dan pergi dengan bagaimana digital activismnya. Secara kualitatif dapat terungkap kebiasaan, kepercayaan dan nilai-nilai yang dianut. Mengungkap kebiasaan unik dari berbagai jenis interaksi sosial yang terjadi. Aturan dan symbol yang berlaku. Konstruksi identitasnya. Menemukan insight tersendiri bagaimana peluang pengembangan dan penguatan jaringan untuk peningkatan elektabilitas digital. Membentuk Positive Society Support yang memiliki jangka panjang kesetiaan. Menggunakan level 2 meliputi 27.284 netizen dengan 60.438 relations yang terbagi dalam 9 cluster dengan kekompakan yang bervariasi. Kekompakan menjadi sangat penting mengingat kerjasama timbul apabila individu menyadari kepentingan bersama pada saat yang bersamaan memiliki pengetahuan cukup dan pengendalian terhadap diri sendiri untuk memenui kepentingan tersebut sebagai orientasi individu tersebut terhadap kelompoknya. Menggunakan level 2 terjadi perluasan dalam pengambilan netizen sesuai tujuan penelitian. Perluasan memberikan data bagaimana kualitas aktor penghubung ditinjau dari perluasan jaringannya sehingga dapat memberikan gambaran bagaimana strategi komunikasi yang paling tepat untuk dilakukan dalam waktu dekat. Pelibatan netizen dalam jaringan akan menciptakan kemampuan kolektif mengalihkan kepentingan “saya” menjadi “kita” hingga terbangun kekompakan dan solidaritas netizen. Menyatukan persepsi tentang hal yang diperjuangkan.

Elektabilitas Digital

Pilpres masih jauh tapi para politikus sudah sibuk pasang baliho dikondisi kesusahan rakyat pada masa pandemi Covid-19. Benarkah bermanfaat atau justru memperburuk. Adakah insight tersendiri …

ASIGTA