AJARSI

Dalam organisasi, disadari atau tidak bahwa anggota organisasi membuat kelompok informal dengan siapa mereka berinteraksi secara teratur. Kita saling mengenal. Kita menghubungi individu dalam organisasi jika kita memerlukan bantuan. Kita meminta dukungan pribadi pada anggota organisasi terkait masalah yang berhubungan dengan pekerjaan. Koneksi spontan yang tercipta, koneksi yang sangat penting karena hal tersebut menentukan cara pengetahuan dihasilkan, didistribusikan dan dipertahankan diseluruh organisasi. Koneksi tidak selalu dibuat dengan cara yang dapat diprediksi atau siapa yang diuntungkan dengan lebih terhubung. Merancang atau mengevaluasi organisasi agar se-efektif mungkin dapat dilakukan dengan memahami hubungan yang terjalin. Struktur organisasi bisa jadi tetap namun orang yang terlibat cenderung silih berganti. Analisis Jaringan Organisasi (AJARSI) memungkinkan untuk menganalisis dan memvisualisasikan hubungan formal dan informal yang ada diorganisasi. Memungkinkan membuat model strategi bisnis yang efekfit dalam bertukar informasi dan ide sehingga organisasi berkembang efektif efisien dalam lingkungan yang berubah dengan cepatnya. Pemimpin informal yang teridentifikasi dapat dimanfaatkan pengaruhnya dalam peran strategis baik dalam posisi manajerial atau pengadopsi awal perubahan organisasi. Menghindari bentrok pengaruh apabila dijumpai ternyata pemimpin informal berbeda dengan pemimpin formal dalam organisasi.

Organizational Network Analysis

Analisis Jaringan Organisasi (AJARSI), cara mendapatkan wawasan dengan cerdas ke dalam pola informal dan tak terlihat dari interaksi seperti aliran komunikasi dan kolaborasi yang ada antara individu dan kelompok. Insight yang kaya akan proses memberikan pemahaman kepada organisasi bagaimana jaringan tidak terlihat ini dapat mempengaruhi kinerja operasional dan strategis. AJARSI mengukur dan membuat visualisasi pola kolaborasi dengan menampilkan kekuatan, frekuensi dan sifat interaksi antara orang-orang dalam jaringan organisasi. AJARSI dapat memberikan informasi terperinci tentang faktor-faktor tersembunyi untuk sukses seperti aliran informasi, pengambilan keputusan, kolaborasi yang menghasilkan nilai tambahan lebih, inovasi, inklusi bahkan kepercayaan, tujuan dan kekuatan (energi). JARINGAN ORGANISASI ADALAH SUMBER SUKSES STRATEGIS TERSEMBUNYI Individu, kelompok dan organisasi ada dan dibatasi oleh jaringan multiplex dari interaksi informal dan tak terlihat yang tertanam. AJARSI berakar pada teori Graf dan berfokus untuk mengungkap pola tersembunyi dari hubungan didalam dan diseluruh organisasi. AJARSI mengungkapkan pola kolaborasi dan pengaruh yang berbeda dri struktur hierarki formal yang diandalkan oleh para pemimpin untuk memahami operasi dan membuat keputusan. AJARSI dapat mengidentifikasi siapa manajer tingkat menengah yang kritis terhadap arus informasi, memiliki peran sentral strategis atau tidak atau bahkan menjadi titik kontak antara anggota divisi lain dan jaringan lainnya. Banyak orang yang memberikan kontribusi kolaboratif secara signifikan namun tidak diakui (karena tidak dikenali) hingga mereka sering kehabisan tenaga dan bahkan pergi. Mengidentifikasi orang-orang ini adalah langkah awal untuk memanfaatkan dan mendukung bakat tersembunyi yang sangat berharga. AJARSI dapat mengidentifikasi anggota jaringan periferal yang kontribusinya belum dimanfaatkan. Dalam sisi lain bisa jadi ada beberapa karyawan yang terlalu terhubung hingga menjadi kelebihan beban secara kolaboratif menyebabkan masalah kinerja, kelelahan dan kelebihan beban. Tingkat gesekan dari mereka yang terlalu terhubung sangat merugikan organisasi. Melalui AJARSI bidang SDM dapat membantu mengurangi beban kolaboratif pada mereka yang terlalu terhubung hingga dapat mengoptimalkan jaringan dan praktik kolaborasi. AJARSI dapat pula memonitoring meningkatkan pergntian dan retensi karyawan. Banyak asumsi yang menyatakan bahwa jaringan yang lebih besar menghasilkan kinerja yang lebih baik, kenyataannya semakin besar (tanpa monitoring) lebih mungkin untuk pergi dalam empat tahun pertama hingga merugikan pemberdayaan awal (perusahaan sebagai tempat latih untuk kemudian pergi menjadi aset penting perusahaan lain). AJARSI menyediakan pendekatan sistematis untuk memeriksa bagaimana posisi individu, kelompok atau organisasi dalam pengaturan kolektif hubungan jaringan serta sifat dan kualitas koneksi yang dapat mempengaruhi perilaku dan kinerja mereka. Pendekatan yang telah terbukti berdampak pada efisiensi organisasi dengan mengidentifikasi resiko gangguan komunikasi serta kerentanan terhadap pergantian. AJARSI memfasilitasi inovasi dan perubahan organisasi dengan mengidentifikasi silos dan engaging karyawan dengan significant relationships melintasi berbagai batas. AJARSI mengungkapkan kenyataan tentang bagaimana orang terhubung (tidak terhubung), terlepas dari hierarki, peran dan tata kelola. Pemetaan jaringan organisasi dapat mengidentifikasi empat jenis aktor yang berbeda : Value creators, individu atau kelompok yang merupakan sumber utama ide-ide baru. Influencers, individu atau kelompok yang secara signifikan mempengaruhi orang lain. Bottlenecks, individu atau kelompok yang membatasi kinerja organisasi. Boundary spanners, individu atau kelompok yang menjembatani komunitas dan melintasi berbagai batas. Analisis jaringan juga daat membantu organisasi untuk terhubung dengan lainnya yang dapat meningkatkan potensi inovasi atau menciptakan jaringan yang bernilai end-to-end yang gesit dan ulet. Pemetaan jaringan organisasi dimana identifikasi yang tertanam pada perusahaan. Hubungan strategis yang penting untuk dapat mendukung inovasi, agility dan keunggulan operasional. Aktors eksternal dengan kekritisan operasional tinggi dengan dampak signifikan terhadap gangguan dan ketahanan jaringan. AJARSI membahas masalah bagaimana sifat struktural dan relasional jaringan organisasi dapat mempengaruhi kinerja strategis dan perilaku individu atau organisasi yang tertanam di tingkat tunggal dan kelompok. Dengan menggunakan ASIGTA kami untuk memetakan dan menganalisis hubungan organisasi klien dengan fokus pada isu-isu strategis utama mereka. Hal ini memungkinkan kita untuk melihat hubungan antara individu atau kelompok internal dan eksternal kunci dalam masalah organisasi tertentu. Individu dalam program ASIGTA menemukan posisi mereka dalam jaringan dan dampak yang mereka alami, dan mendapatkan pandangan tentang keseluruhan hubungan para aktor yang terlibat dalam masalah tersebut. Ini menghasilkan wawasan yang dapat ditindaklanjuti dan dampak bisnis yang terukur. Pada tingkat antar-organisasi, ini memungkinkan pengujian model tata kelola yang tepat untuk mendukung kolaborasi antar-organisasi yang efektif. Meskipun sebelumnya data Analisis Jaringan Organisasi hanya dapat ditangkap secara retrospektif (melalui survei, wawancara, atau analisis komunikasi terdokumentasi seperti pertukaran email), kemajuan teknologi yang dapat dikenakan sekarang memungkinkan pengambilan dan analisis data sosiometrik secara real time tentang bagaimana pola interaksi memengaruhi organisasi baik secara internal maupun eksternal.

Social Media Landscape, Trend and Recent Issues

Pandemi Covid-19 meningkatkan dan “memaksa” penggunaan online sebagai bagian dari protokol kesehatan membawa konsekuensi perubahan perilaku netizen dalam mengkonsumsi konten. Media sosial juga terus berubah, berkembang dengan berbekal big data yang mereka miliki melalui algoritma sinkronisasi tujuan organisasi dan perilaku netizennya. WFH membawa konsekuensi kaburnya pembagian pekerjaan dan waktu pribadi demikian pula aktivitas media sosial yang juga terjadi penyesuaian mengikuti ritme work from home yang mau tidak mau harus dijalani. Media Sosial berlomba-lomba untuk merubah berbagai fitur mereka dalam menghadapi perubahan perilaku penggunanya terlebih dengan “paksaan kondisi” dimasa Pandemi Covid-19. Perkembangan Teknologi yang demikian cepat beberapa bulan belakangan ini membawa pengaruh terhadap platform media sosial dan kemunculan kompetitor-kompetitor baru mengharuskan media sosial segera melakukan penyesuaian semisal Facebook yang meluncurkan opsi platform audio saja untuk menyaingi pendatang baru Clubhouse, Twitter dengan “Communities”-nya demikian juga dengan media-media sosial lainnya. Revolusi media sosial didorong oleh dorongan manusia untuk berkomunikasi dan perkembangan teknologi komunikasi, bagaimana membangun dan memelihara hubungan pribadi dalam skala besar. Social Media sebagaimana didefinisikan oleh Merriam-Webster sebagai : forms of electronic communication (such as websites for social networking and microblogging) through which users create online communities to share information, ideas, personal messages, and other content (such as videos), dapat kita lihat sebagai pergeseran kekuatan komunikasi, sosiologis hingga ke pemasaran. Disadari atau tidak, media sosial dalam kurun waktu sejak tahun 2000-an hingga kini di 2021 telah mengalami berbagai perubahan dari pertukaran informasi termediasi internet, pertemuan virtual, platform ritel hingga ke digital marketing. Bagaimana media sosial mempengaruhi kehidupan miliaran manusia, bagaimana bisnis beradaptasi, bagaimana media massa beradaptasi, bagaimana marketing communication merubah arahnya. Diawali tahun 1969 ketika layanan CompuServe memberikan solusi komunikasi komputer mainframe berorientasi bisnis yang kemudian diperluas ke domain publik pada akhir 1980-an. Situs web yang seringkali disampaikan sebagai media sosial online pertama adalah Six Degree. Didirikan oleh Andew Weinreich pada Mei 1996, situs ini diluncurkan pada tahun berikutnya dan menggabungkan fitur populer seperti profil, daftar teman dan afiliasi sekola dalam satu layanan. Memiliki jutaan pengguna terdaftar namun dengan terbatasnya jaringan sehingga kurang terhubungnya orang dijaringan internet. Perlu beberapa tahun sebelum infrastruktur internet dapat memenuhi konsep jaringan sosial. Situs ini pada bulan Desember 2000 dijual ke YouthStream Media Network. Friendster yang diluncurkan oleh Jonathan Abrams dan Peter Chin pada Maret 2002. Situs yang dibangun atas premis bahwa orang-orang dipisahkan oleh enam derajat. Bagaimana Anda terhubung dengan orang asing, membuat pertemuan dengan orang-orang untuk tidak menjadi terlalu mengintimidasi dan membuat sangat ketagihan. Sayang situs ini banyak mengalami gangguan teknis sehingga banyak pengguna yang kecewa sehingga beralih ke media sosial lainnya. Disamping itu Friendster kurang banyak berinovasi hingga saat Facebook hadir. Friendster dianggap sebagai yang melahirkan gerakan media sosial modern. Pada tahun 2002. LinkedIn muncul sebagai situs jaringan untuk para profesional karir dan menjadi situs media sosial pilihan bagi pencari kerja. Hal sama yang dilakukan manajer sumber daya manusia untuk mendapatkan kandidat yang memenuhi syarat. Tidak ketinggalan, Google juga berupaya untuk masuk Social Media Landscape dengan Google+ nya yang diluncurkan di tahun 2012. Hal tersebut tidak berlangsung lama, ditutup setelah menemukan pelanggaran data pada tahun 2018. Hingga pertengahan 2021 tercatat Media Sosial di Indonesia didominasi oleh YouTube, Whatsapp, Instagram, Facebook, Twitter dan lain sebagainya. Dimulai dengan penggunaan desktop atau laptop kemudian bergeser ke tablet dan selular terlebih ketika layanan jaringan internet diperluas hingga kepada peningkatan kemampuan selular menjadi smartphone juga dengan penguatan layanan nir kabel hingga memunculkan layanan-layanan hotspot publik. Smartphone membebaskan pengguna media sosial dari komputer desktop dan laptop terlebih dengan peningkatan teknologi kamera dan memory. Mengalihkan fokus aplikasi selular ke gambar dan video bahkan hingga pengguna akhir bisa melakukan siaran langsung. Aplikasi media sosial yang mobile dengan kekuatan smartphone menjadikan pengguna akhir dapat membawa komunitas mereka ke mana pun mereka pergi. Aplikasi yang dapat menyajikan apa yang dihadapan mereka kepada komunitasnya menghasilkan metode interaksi baru yang sederhana misalnya cara baru membeli barang dan jasa. Pada awalnya kehadiran media sosial memfasilitasi pengguna akhir untuk terhubung secara digital dengan anggota keluarga, kolega, teman atau orang lain dengan irisan kesamaan yang bisa jadi belum pernah dijumpai sebelumnya hingga meningkatkan jumlah jaringannya. Berkembang hingga menjadi bisnis yang sangat luar biasa mulai dari iklan dengan analisis langsung dan penjualan dengan pembacaan langsung khalayaknya. Membuat Marketing bergerak ke 4.0 dengan fokus yang sangat jauh berbeda. Perusahaan bisa belajar dari pesaingnya, mengembangkan dan memelihara hubungan dengan pelanggan, meningkatkan kesadaran merk juga menghasilkan prospek dan peningkatan konversi. Mengambil keuntungan dengan memanfaatkan popularitas media sosial melalui pemanfaatan audiencenya. Melahirkan pemasaran influencer yaitu sejenis pemasaran media sosial yang menggunakan dukungan dan sebutan produk dari influencer (individu yang memiliki pengikut sosial khusus yang dipandang ahli dalam nichenya (ceruk pasar). Influencer media sosial menghabiskan waktu membangun kepercayaan dengan audience mereka. Menemukan influencer dengan audience yang termasuk dalam ceruk konsumen perusahaan tentu sangat menjadi jalan cepat dalam menargetkan pembeli potensial tertentu. Sementara influencer memberi perusahaan lapisan konsumen bawaan, analisis komunikasi big data (ASIGTA) media sosial menyediakan analitik mendalam yang memungkinkan pemasar digital menargetkan kelompok tertentu dengan pendekatan terbaru guna memperoleh insight. Masa depan media sosial hampir pasti akan dibentuk oleh model bisnis yang berkembag disokong kemajuan teknologi bercerita (komunikasi). Dialektika komunikasi digital menentukan tahap selanjutnya dari revolusi media sosial. Dapat dilihat akan muncul pilihan gerakan menuju layanan berlangganan berbayar di media sosial. Manusia adalah makhluk sosial, netizen adalah manusia. Perdagangan dan teknologi didorong oleh interaksi manusia. Fakta yang akan terus membentuk revolusi media sosial ke dekade berikut dan seterusnya. Digital 2021 Indonesia (January 2021) v01 from DataReportal Social Media Recent Issues Facebook announces new business products for personalized messaging. LinkedIn introduces new business tools to increase brands’ engagement. Twitter tests topic-based ‘Communities’. Instagram is developing a new feature to convert Stories to Reels. TikTok partners with MTV for New ‘Trending: VMA’ Awards. Instagram reveals how its search algorithms work. LinkedIn is shutting down LinkedIn Stories. TikTok opens a quick ‘Promote’ ad option to all business users. Twitter commerce is on its way. Goodbye, Stories’ Swipe-Up Links on Instagram. Facebook Launches Horizon Workrooms, a VR Collaboration and Meeting Platform. TikTok publishes Creative Solutions Guide and partners with Vimeo and Canva. Facebook Reels are tested in the US. LinkedIn

Social Media

Disampaikan oleh Irwan Dwi Arianto dalam Kuliah Kajian Media Sosial Progdi Ilmu Komunikasi UPN “Veteran” Jawa Timur. Cumulative number of monthly Facebook product users as of 2nd quarter 2021 Find more statistics at Statista Number of daily active Facebook users worldwide as of 2nd quarter 2021 Find more statistics at Statista Distribution of Facebook users worldwide as of July 2021, by age and gender Find more statistics at Statista Distribution of Instagram users worldwide as of July 2021, by age and gender Find more statistics at Statista Distribution of Twitter users worldwide as of April 2021, by age group Find more statistics at Statista Leading countries based on number of Twitter users as of July 2021 (in millions) Find more statistics at Statista Distribution of videos removed from YouTube worldwide from 2nd quarter 2019 to 1st quarter 2021, by reason Find more statistics at Statista Number of videos removed from YouTube worldwide from 1st quarter 2019 to 1st quarter 2021, by source of first detection Find more statistics at Statista Most popular social networks worldwide as of July 2021, ranked by number of active users (in millions) Find more statistics at Statista Growth of monthly active users of selected social media platforms worldwide from 2019 to 2021 Find more statistics at Statista Breakdown of social media users by age and gender in Indonesia as of January 2021 Find more statistics at Statista Number of social media users in Indonesia from 2017 to 2020 with forecasts until 2026 (in millions) Find more statistics at Statista The Social Dilemma | Full Feature | Netflix Terima kasih partisipasinya dalam “Belajar Pembacaan Media Sosial Twitter”. Berikut hasilnya ya … Mantabs, silahkan koreksi diri ketika Tweet tadi. Kesimpulannya, yang kalian Tweet berpengaruh terhadap reach engagement juga impressions. Semangaaaaat belajar.

Kabupaten Sidoarjo – Pembinaan OKP (Organisasi Kemasyarakatan Pemuda)

Disampaikan pada Kegiatan Pembinaan Organisasi Kepemudaan dan Komunitas Pemuda Kabupaten Sidoarjo – Jawa Timur. Sabtu, 18 September 2021 LUMINOR HOTEL SIDOARJO DIGITAL UPGRADING FOR YOUTH ORGANIZATION Melalui Analisis Komunikasi Big Data maka akan diketahui positioning dalam hal ini “pemuda sidoarjo” ternyata dalam 1 (satu) bulan terakhir sentimen negatif cukup tinggi 31% sedangkan netral 44% dan yang positif hanya 25%. Menjadi penting untuk “meletakkan” jejak-jejak digital prestasi Pemuda Sidoarjo MENJADI PENTING MENYIAPKAN GENERASI MUDA YANG PRODUKTIF INOVATIF SERTA MENGUASAI IPTEK DAN LITERASI DIGITAL DALAM ETIK DAN IMTAQ Irwan Dwi Arianto

Jasa Pengiriman Indonesia

Digital Activism Jasa Pengiriman Indonesia di Media Sosial Twitter memberikan gambaran positioning dan reputasi masing-masing. Media Sosial semakin mengukuhkan posisinya sebagai alat pemasaran yang kuat tidak hanya sekedar followers-nya namun juga gambaran karakter dan nilai perusahaan secara digital. Pandemi “memaksa” pelaku bisnis untuk melakukan perubahan dalam menjalankan operasinya maka menjadi sangat penting memahami karakter netizennya. Twitter data mining by Quincy Mayferta PPA. Tantangan tersendiri bagi para pelaku bisnis untuk membangun reputasi digital serta hubungan dengan target konsumennya ditengah persaingan yang kian ketat dan rentang perhatian (attention span) pelanggan yang juga kian menurun.

ASIGTA